. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ... . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
Imam Al Ghozali H.Wulakada Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1434 H/2013
Home » » Kabupaten Sikka

Kabupaten Sikka

Written By KAIDIR MAHA LEUWALANG on Minggu, 21 Juli 2013 | 00.57

Peta Kabupaten

Tahun berdiri : 1958
Ibukota kabupaten : Maumere
Batas wilayah :
  • Sebelah timur : Kabupaten Flores Timur
  • Sebelah barat : Kabupaten ende
  • Sebelah Utara : Laut Flores
  • Sebelah Selatan : Laut Sawu

Visi dan Misi 
Visi : "TERWUJUDNYA MASYARAKAT KABUPATEN SIKKA YANG BERSATU, BERKEADILAN, SEHAT, CERDAS DAN BERMARTABAT DENGAN BERBASIS PADA LATAR BELAKANG SEJARAH DAN BUDAYA MELALUI SISTIM PEMERINTAHAN YANG BAIK D AN BERSIH"
Misi :
  • Meningkatkan Rasa Persatuan yang merupakan Satu Kesatuan yang Memiliki Kepentingan Hidup Bersama dengan Berbasis pada Latar Belakang Sejarah dan Budaya
  • Meningkatkan Keadilan Terutama dalam Persamaan Hak dan Kewajiban di bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Pembinaan Umum.
  • Meningkatkan Mutu Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Dalam Upaya Mencapai Derajat Kesehatan dan Tingkat Pendidikan Melalui Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Formal dan Non Formal yang Bermutu.
  • Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Melalui Forum Kerukunan Umat Beragama Menuju Kehidupan yang Berakhlak, Berbudi Pakerti dan Berperikemanusiaan.
  • Mendorong Terwujudnya Insttitusi Pemerintah yang Bersih, Transparan, Berakuntabel dan Berkarakter.
  • Memberdayakan Potensi Sumber Daya Lokal dan Institusi Sosial Kemasyarakatan Sebagi Kekuatan untuk Mempercepat Pertumbuhan dan Pemerataan Hasil-hasil Pembangunan bagi Masyarakat.
  • Meningkatkan Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender.
  • Membuka Jaringan Koordinasi dan Kerjasama Antar Daerah Baik secara Regional Maupun Secara Nasional.
Logo daerah
Arti logo : Lambang Daerah Kabupaten Sikka mempunyai makna sebagai berikut
  • Mencerminkan latar belakang keagungan KEBUDAYAAN DAERAH kabupaten sikka.
  • Mencerminkan keadaan geografis yang terdiri dari : kepulauan dan daratan yang bergunung - gunung serta potensi ekonomi yang meyakinkan.
  • Mencerminkan semangat dan cita - cita rakyat untuk menciptakan manusia yang adil dan makmur dengan tetap berpegang teguh dengan pancasila sebagai falsafah bangsa dan dasar negara indonesia.
Pengertian Gambar
  • Motif sarung adat yang di ambil adalah satu motif sarung yang tertua di tana Ai / PALUE disebut "TIPA TOLA/ WUA WELA" di sikka krowe di sebut PA TOLA dan di Lio unsur patola terdapat dalam "LAWO REDU".
  • Emas yang menjadi tumpuan tangkai padi dan kapas adalah emas perhiasan yang di palue di sebut "KOMA" di Tana Ai dan di sikka krowe di sebut "BAHAT TIBU" sedangkan di Lio di sebut "OME MBULI".
  • Lidah api sebanyak tujuh buah. angka tujuh merupakan angka magis yang berarti berkesinambungan
Kondisi Umum 
Kondisi geografis : kKabupaten Sikka terletak diantara 8°22 sampai dengan 8°50 derajat Lintang Selatan dan 121º55'40" sampai 122º41'30" Bujur Timur. Kabupaten Sikka merupakan bagian dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di Daratan Flores.
Kabupaten Sikka merupakan daerah kepulauan dengan total luas daratan 1.731,91 km2. Terdapat 18 pulau baik yang didiami ataupun tidak, dimana pulau terbesar adalah Pulau Besar (3,07 persen). Sedangkan pulau yang terkecil adalah Pulau kambing (Pulau Pemana Kecil) yang luasnya tidak sampai 1 km2. Dari 18 pulau yang terdapat di wilayah administratif Kabupaten Sikka, sebanyak 9 pulau merupakan pulau yang tidak dihuni dan 9 pulau dihuni.
Iklim : Kabupaten Sikka beriklim tropis yang kering, dengan suhu udara umumnya relatif tinggi, suhu minimum berkisar 20,6°C sampai dengan 24°C dengan rata-rata 23,7°C. suhu minimum terendah terjadi pada bulan September dan tertinggi pada Bulan Januari. Temperatur rata-rata maksimum antara 31,7°C –24,5°C dengan rata-rata 27,6°C. suhu maksimum terendah terjadi pada bulan Desember – Januari dan tertinggi pada bulan Agustus – September.
Kelembaban udara antara 69 % - 86 % dengan rata-rata 77%, kelembaban udara tertinggi terjadi bulan Februari dan terendah pada bulan Agustus. Dalam satu tahun ada 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau dengan iklim kering berlangsung kurang selama 7–8 bulan (April/ Mei – Oktober/ Nopember) sedangkan musim hujan dengan iklim basah berlansung selama 4-5 bulan (Nopember/ Desember – April/ Mei).
Curah hujan per tahun berkisar antara 1000 mm – 1500 mm, dengan jumlah hari hujan sebesar 60 – 120 hari per tahun ( 4 bulan basah, 1 bulan lembab dan 7 bulan kering). Wilayah timur cenderung lebih kering. Curah hujan antara bulan Nopember dan Februari relatif lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya. Jumlah hari hujan paling sedikit terjadi pada bulan Agustus dan September dan terbanyak pada Bulan Nopember- Desember. Kecepatan angin rata-rata pada musim panas 12 – 13 knots, sedangkan pada musim hujan 17 – 20 knots.
Jumlah penduduk : 300.328 jiwa (2010) 
Laki-laki : 142.282 jiwa
Perempuan : 158.046 jiwa
Wilayah administrasi 
Jumlah kecamatan : 21 Kecamatan
Nama-nama kecamatan : Kecamatan Paga, Kecamatan Mego, Kecamatan Lela, Kecamatan Bola, Kecamatan Talibura, Kecamatan Waigete, Kecamatan Kewapante, Kecamatan Maumere, Kecamatan Palue, Kecamatan Nita, Kecamatan Alok, Kecamatan Magepanda, Kecamatan Alok Barat, Kecamatan Alok Timur, Kecamatan Koting, Kecamatan Tana Wawo, Kecamatan Kangae, Kecamatan Hewokloang, Kecamatan Doreng, Kecamatan Mapitara, Kecamatan Waiblama
Jumlah kelurahan : 13 Kelurahan
Nama-nama kelurahan :
Jumlah desa : 160 Desa
Nama-nama desa :
Potensi Daerah : 
Pertanian : Sub sektor tanaman bahan makanan merupakan salah satu sub sektor pada sektor pertanian. Sub sektor ini mencakup tanaman padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kacang kedelai. Menurunnya luas panen tidak berarti turunnya jumlah produksi karena ada banyak hal yang mempengaruhi produksi selain luas panen, salah satunya adalah produktivitas. Selain itu juga disebabkan oleh angka yang disajikan masih angka sementara.
Luas panen padi sawah pada tahun 2009 adalah 2.437 hektar, dengan produksi 8.316 ton. Hal ini menunjukkan peningkatan baik pada luas panen maupun pada pada produksinya. Sementara itu jika melihat pada luas panen padi ladang, pada tahun 2009 adalah 4.180 hektar dengan produksi 8.693 ton, ini menunjukkan kecenderungan yang menurun baik luas panen maupun produksi jika dibandingkan dengan tahun 2008.
Luas panen jagung pada tahun 2009 adalah sekitar 12.637 hektar dengan total produksi 37.170 ton. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka terjadi penurunan pada luas panen dan total produksi. Tanaman ubi kayu pada tahun yang sama mempunyai produksi sebesar 21.931 ton dengan luas panen 4.860 hektar. Terjadi penurunan baik luas panen maupun total produksi.
Perkebunan : Tanaman Perkebunan meliputi Tanaman Kelapa, Kakao, Cengkeh, Kopi, Jambu Mete, Kapuk, Pala, Lada, Vanili, Pinang, Tembakau dan Tanaman Jarak. Pada Tabel 6.2.1 dan seterusnya ditampilkan luas areal penanaman dan produksi pada masing-masing tanaman.
Secara umum tanaman perkebunan yang paling banyak diusahakan adalah tanaman kelapa, kakao dan jambu mete dengan melihat luas areal perkebunan untuk ketiga jenis tanaman ini. Selain itu tanaman kakao dan kelapa juga merupakan produk unggulan yang merupakan produk perkebunan favorit.
Kehutanan : asam dan kemiri serta produksi rotan
Peternakan : Jika dibandingkan dengan daerah lain di NTT, khususnya pulau Timor yang dikenal sebagai produsen ternak sapi, maka Kabupaten Sikka bisa dikategorikan sebagai daerah yang produksi ternak khususnya sapi rendah. Populasi Sapi di Kabupaten Sikka bahkan kurang dari 10 ribu ekor (tahun 2009).
Umumnya ternak yang dipelihara oleh penduduk adalah ternak ayam dan babi, yang populasinya mencapai 213.175 dan 74.955 ekor – hampir mendekati populasi penduduk – hal ini disebabkan disamping aspek pemeliharaan yang relatif dianggap gampang juga ada aspek budaya yang berperan.
Perikanan : Potensi perikanan setiap tahun sebesar 11.642,66 ton/tahun Km, dengan garis pantai 444,50 Km
Transportasi 
Darat : Panjang jalan adalah salah satu prasarana yang sangat penting peranannya dalam memudahkan mobilitas penduduk. Di Kabupaten Sikka pada tahun 2009 panjang jalan mencapai 1.019,57 kilometer, dirinci untuk jalan diaspal sepanjang 661,86 kilometer, jalan kerikil 89,33 kilometer, jalan tanah 265,58 kilometer.
Menurut status jalan diperinci menjadi jalan Negara sepanjang 183,45 kilometer, jalan propinsi 28,57 dan jalan kabupaten sepanjang 807,55 kilometer. Jika dilihat data panjang jalan menurut jenis permukaannya, jenis jalan aspal adalah yang terpanjang, kebanyakan dari jalan tersebut adalah merupakan jalan penghubung antar kecamatan untuk mempermudah transportasi dan hubungan masyarakat antar kecamatan di Kabupaten Sikka.
Laut : Sebagai bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan daerah kepulau an angkutan laut menjadi salah satu sarana transportasi yang sangat penting utamanya dalam aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.
Arus kunjungan kapal di Pelabuhan Maumere mencapai 1.383 kali. Jumlah penumpang yang datang sebanyak 36.733 orang, sedangkan jumlah penumpang yang berangkat mencapai 24.637 orang. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pada penumpang yang berangkat. Sementara pada penumpang yang datang mengalami penurunan.
Udara : Kabupaten Sikka mempunyai Bandar Udara Frans Seda sebagai gerbang masuk melalui udara, beberapa maskapai penerbangan nasional seperti Merpati Nusantara dan Trans Nusa melayani penerbangan ke berbagai tujuan domestic seperti Kupang, Denpasar dan Surabaya.
Pada tahun 2009 banyaknya penerbangan yang datang dan berangkat melalui bandara waioti adalah 1.141 kali. Sedangkan jumlah penumpang yang datang pada tahun 2009 mencapai 37.786 orang, jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan yang berangkat sebesar 47.116 orang. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi peningkatan yang cukup besar pada jumlah kedatangan maupun keberangkatan penumpang.
Alamat muspida 
Bupati/Walikota 
Alamat kantor : Jln. Jend.A. Jani Maumere
Nomor telepon kantor : (0382) 21005
Alamat rumah :
Nomor telepon rumah :
Wakil bupati/wakil walikota 
Alamat kantor : Jln. Jend.A. Jani Maumere
Nomor telepon kantor : (0382) 21003
Alamat rumah :
Nomor telepon rumah :
Ketua DPRD 
Alamat kantor : Jln. Jend.A. Jani Maumere
Nomor telepon kantor : (0382) 21008
Alamat rumah :
Nomor telepon rumah :
Sekertaris Daerah 
Alamat kantor : Jln. Jend.A. Jani Maumere
Nomor telepon kantor : (0382) 21004
Alamat rumah :
Nomor telepon rumah :
sumber : nttprov.go.id
Share this post :
Tantowi Panghianat???.
Kab. Lembata
Tantowi Panghianat???.
Kab.Alor
Tantowi Panghianat???.
Kab.Flores Timur
 
Di Dukung Oleh : Lembata google Crew | Leuwalang Template | Kaidir Maha
Copyright © 2013. FlorataNews - All Rights Reserved